Selasa, 22 November 2016

Bodohkah Aku ?!






Apakah cinta itu? Apakah kasih sayang itu? Sampai saat ini saya belum menemukan arti sesungguhnya dari cinta juga kasih sayang yang sesungguhnya tetapi yang saya tahu cinta itu adalah kebahagiaan, ketulusan, saling menghormati, kesetiaan, saling menjaga perasaan satu sama lain. Kurang lebih seperti itu. Tetapi terkadang cinta juga bisa memberikan luka. Luka apa? Luka hati, luka batin dan juga luka fisik. Hhehe..  Tetapi luka yang diberikan tidak sebanyak cinta yang diberikan pasangan kita.
Cinta juga akan mengajarkan kita untuk bertahan, bertahan mempertahankan orang yang kita cintai. Tapi pernahkah anda merasa lelah karena orang yang anda pertahankan tidak menghargai anda. Itu yang sering saya lakukan. Entah apa yang membuat saya tetap bertahan padanya padahal saya sangat tahu hati dan batin saya sering tersiksa karna sikap juga perkaataannya. Apa yang saya lakukan dan korbankan sepertinya tidak seimbang dengan apa yang dia lakukan kepada saya.
Saat dia membutuhkan saya selalu ada untuknya tetapi ketika saya sedang membutuhkan dia kemana dia? Dia tidak ada, dia sedang sibuk dengan urusannya sendiri. Saya menyelesaikan yang memang itu kebutuhan saya sendiri tetapi dia selalu meminta saya untuk ikut menyelesaikan urusannya. Ya sudah saya mengalah. Untuk apa saya mengalah? Saya sendiri juga tidak tahu. Saya hanya merasa selama saya bisa membantunya akan saya lakukan dan tentang urusan saya yang memang itu kebutuhan saya akan saya lakukan sendiri.
Saya bodoh? Iya memang saya bodoh, bahkan saya terlalu bodoh bertahan dengan orang yang jelas-jelas belum bisa menghargai keberadaan saya. Sungguh saya sangat lelah, terkadang saya ingin berlari darinya tetapi saya tidak bisa. Saya hanya bisa terdiam dan kemudian air mata saya keluar. Terkadang perjuangan saya tak pernah dia lihat. Tuhan..saya merasa lelah..
Saya hanya ingin dihormati jika memang dia mencintai saya. Saya hanya ingin dianggap ada olehnya bukan hanya saat dia membutuhkan saya tapi sehari saja luangkan waktumu 6 menit saja untuk

Senin, 07 November 2016

Faktor Yang Membuat Wanita Memilih Bertahan Dengan Pasangaanya

Ada banyak hal yang membuat sesorang mempertahankan orang yang dicintainya baik itu wanita ataupun pria. Walaupun mungkin seorang wanita telah disakiti ataupun dikecewakan oleh pria yang sangat dia cintai tetapi banyak wanita yang tetap mempertahankannya dan memberi kesempatan pada pria itu.

Selain karena faktor sudah terlalu cinta, ada faktor lain yang membuat wanita tetap bertahan dengannya. Terkadang wanita hanya butuh waktu untuk menerima suatu hal yang membuat hatinya terluka. Bukan berarti wanita sudah tak mencintai prianya tapi wanita ingin perasaannya tenang dahulu baru akan berbicara apa yang menurutnta baik untuk hubungan kalian. Mungkin anda sebagai pria juga seperti itu ketika anda tersakiti oleh wanita yang anda cintai.


Berikut beberapa faktor yang membuat seorang wanita tetap mempertahankan seseorang yang telah menyakiti anda menurut pengalaman sendiri :
1. Faktor Cinta atau Rasa Saya yang Sudah Terlalu Dalam 
    Ketika seorang wanita telah mencintai seorang pria maka dia benar-benar mencintai pria tersebut.
    Alasan wanita mencintai seorang pria bukan karna dia kaya, tampan ataupun mapan tetapi karna
    seorang wanita merasakan adanya kenyamanan. Itulah yang dinamakan cinta yang tulus maka
    wanita akan tetap mempertahankan pria itu sekalipun pria itu telah menyakitinya tetapi rasa
    cintanya jauh lebih besar dari pada rasa sakitnya. 

2. Faktor Restu yang Telah Diberikan Orang Tua
    Hal lain yang membuat wanita tetap mempertahankan pria yang telah menyakitinya adalah karena 
    seorang wanita telah mendapatkan restu dari orang tua. Entah apa yang membuat orang tua
    (ayah/ibu) kita yakin kepadanya, mungkin pembawaannya yang sopan terhadap orang tua kita atau
    mungkin dia memang telah mengutarakan pada orang tua kita kalau dia memang serius pada kita
    sehingga orang tua yakin kepadanya. Dengan alasan itu wanita terkadang akan berpikir
   panjang untuk meninggalkannnya karena kita tidak ingin mengecewakan orang tua kita sehingga
   kita tetap memilih mempertahankannya walaupun hati kita sering dibuat sakit oleh perkataan dan
    perbuatannya. Jika dia memilih melepaskannya belum dengan pasangan barunya dia memperoleh
    restu dari orang tuanya.

3. Faktor Pengorbanan dan Perjuangan yang Telah Dilakukan Untuknya
    Seorang wanita terkadang merasa lelah harus selalu bertahan dan mengalah karena ke-egoisan
    pasangannya. Wanita yang mau berkorban dan memperjuangkan seorang pria adalah wanita yang 
    benar-benar mencintai pria tersebut walaupun terkadang pria tersebut tidak menghargai
    pengorbanan dan perjuangan wanitanya. Sakit..?? Pasti tapi wanita tetap memlilih berthan karena
   di dalam hatinya merasa perjuangan dan pengorbanannya selama ini akan sia-sia jika dia memilih
   pergi. Seorang wanita juga berharap pria akan tahu tentang semua hal yang telah dilakukan
   untuknya.

4. Faktor Sudah Lama Menjalani Hubungan Dengannya
    Faktor yang terakhir menurut saya adalah karena hubungan yang sudah terlalu lama dengannya.
    Jika wanita dengan pria sudah lama menjalani hubungan maka dipastikan wanita sudah merasakan
    kenyamanan yang mendalam pada pasangannya. Saat dia memilih untuk melepaskannya maka dia
   akan merasa malu dengan orang-orang disekitarnya (kerabat, teman, tetangga) karena hubungan
   yang sudah lama terjalin berakhir begitu saja, maka kebanyakan wanita memilih bertahan walaupun
   wanita merasa lelah karena hatinya sering disakiti. Selain itu faktor rasa nyaman yang lebih
   membuatnya mempertahankan hubungannya. 

Itulah beberapa faktor yang membuat wanita tetap mempertahankan hubungannya dengan seorang pria menurut pangalaman sendiri. Terlepas dari faktor-faktor tersebut sesungguhnya wanita hanya ingin dihargai dan didengarkan tentang keluh kesahnya. Luangkan waktu untuk sedikit walaupun hanya sekedar menanyakan keadaannya itu sudah membuat seorang wanita senang.
Bukan kesabaran yang ada batasnya yang membuat wanita menyerah tapi seorang wanita mempunyai batas kekuatan untuk bertahan. Untuk apa bertahan jika yang dipertahankan tidak pernah menghargainya.